Materi PKn Kelas XII / 1 KD 1 Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

BAB 1,  PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

pertemuan ke 1 dan 2

Tujuan Pembelajaran

melalui proses belajar mengajar ini diharapkan siswa dapat

  1. Mendeskripsikan makna ideologi negara.
  2. Mengemukakan proses perumusan pancasila sebagai dasar negara.
  3. Menguraikan fungsi pokok pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara
  4. Membedakan ideologi terbuka dan ideologi tertutup
  5. Mendeskripsikan makna Pancasila sebagai ideology terbuka.

 

URAIAN MATERI

1.1.  MENDESKRIPSIKAN  PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

 

  1. MAKNA IDEOLOGI NEGARA
    1. Pengertian Ideologi

Secara Etimologi, berasal dari bahasa YUNANI, Kata ideologi berasal dari dua kata yaitu Idea yang berarti pikiran, gagasan, konsep  atau  cita-cita dan Logos yang bderarti ilmu, pengetahuan, dan paham.

Dengan Demikian Ideologi dapat diartikan sebagai suatu pengetahuan/ilmu/paham mengenai cita-cita. atau suatu gagasan yang berdasarkan pikiran tertentu.

istilah ideologi pada umumnya digunakan oleh seseorang atau kelompok orang (masyarakat) yang digunakan sebagai pedoman berpikir maupun bertindak (sebagai pedoman hidup).

 

BERBAGAI PENGERTIAN TENTANG IDEOLOGI                         bisma hal 3

  • Kamus Populer,  ideologi adalah

cita-cita yang merupakan dasar salah satu politik, paham kepercayaan dan seterusnya (ideilogi sosialis, ideologi islam dan lain-lain)

  • Kamus besar Bahasa Indonesia ideologi adalah

himpunan nilai, ide, norma, kepercayaan, dasn keyakinan yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang yang menjadi dasar dalam menentukan sikap terhadap kejadian atau problem politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politik.

  • Encyclopedia Internasional, ideologi adalah

system of ideas, belief and attitudes which underlie the way of live in aparticular group class or society ( sistem gagasan, keyakinan dan sikap yang mendasari cara hidup suatu kelompok, kelas atau masyarakat tertentu ).

  • Laboratorium IKIP Malang, ideologi adalah

seperangkat nilai, ide, dan cita-cita beserta pedoman dan metode melaksanakannya atau mewujudkannya.

 

 

 

MENURUT PARA AHLI

istilah ideologi pertama kali diciptakan oleh ANTOINE DESTUTT DE TRACY.

Menurut  ANTOINE DESTUTT DE TRACY

ideologi adalah ilmu mengenai gagasan atau ilmu tentang ide-ide yang mengatasi prasangka-prasangka agama maupun metafisika.

Menurut NICOLLO MACHIAVELLI berasal dari Florence Italia (1469 – 1529)

Ideologi pada dasarnya berkenaan dalam siasat politik praktis. 

ideologi pada hakekatnya adalah pengetahuan mengenai cara menyembunyikan kepentingan, mendapatkan serta mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan konsepsi-konsepsi keagamaan dan tipu daya.

Menurut HEUKEN,

Ideologi Adalah (a) ilmu tentang cita-cita, gagasan atau buah pikiran.  (b) pandangan hidup yang dikembangkan berdasarkan kepentingan tertentu,  (c) kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya.

Menurut. HAROL H. TITUS

Ideologi adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk sekelompok cita-cita mengenai berbagai macam masalah politik dan ekonomi filsafat sosial yang sering dilaksanakan secara terencana dan sistematis tentang cita-cita yang dijalankan oleh kelompok atau lapisan masyarakat.

Menurut. W. WHITE

Ideologi adalah: cita-cita politik / doktrin / ajaran suatu lapisan masyarakat atau sekelompok manusia yang berbeda-beda

Menurut PATRICK CORBELT

Ideologi adalah: struktur kejiwaan yang tersusun oleh seperangkat keyakinan mengenai penyelenggaraan hidup bermasyarakat beserta organisasinya, sifat hakekat manusia dan alam semesta, suatu pernyataan pendirian dan suatu dambaan.

Menurut  AS. HORNBY

Ideologi adalah: seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau dipegang oleh seseorang atau kelompok orang.

Menurut GUNAWAN SETIARDJA

ideologi adalah; seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.

Menurut  SOEJONO SOEMARGONO

Ideologi adalah: kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan, yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut bidang politik sosial, kebudayaan dan agama.

 Menurut SASTRAPRATEDJA

Ideologi adalah: seprangkat gagasan atau pemikiraan yang berorientasi pada tindakan yang diorganisir menjadi suatu system yang teratur.

Menurut MOERDIONO

Ideologi adalah: seperangkat pengetahuan dan nilai yang terpadu yang menjadi landasan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, untuk memahami jagat raya, bumi dan isinya serta menentukan sikap dasar untuk mengelolahnya.

 

 

 

v   Menurut  Dr. ALFIAN

Ideologi adalah: suatu pandangan atau system nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai segi kehidupan.

Menurut  C.S.T. KANSIL

Ideologi adalah: (a) kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup, (b) cara berpikir seseorang atau suatu golongan.

v   Menurut  RAMLAN SURBAKTI, membagi pengertian ideologi menjadi 2

  1. 1.    Ideologi secara Fungsional: seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik
  2. 2.    Ideologi secara structural: suatu system pembenaran seperti gagasan dan formul;a politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.

Menurut KARL MARK berasal dari Jerman (1818 – 1883) dalam bukunya “Die Deutch Ideologie”

Ideologi adalah kesadaran palsu, menurutnya ideologi merupakan hasil pemikiran tertentu yang diciptakan oleh para pemikir yang berisi pengandaian-pengandaian spekulatif (khayalan) untuk melindungi kepentingan kelas penguasa yang umumnya memaksakan ide itu kepada masyarakat.  atau,

Menurut Karl Mark bahwa pada dasarnya ideology adalah pengandaian yaitu pengandaian spekulatif yang bisa berupa agama moralitas, atau keyakinan politik untuk menyembunyikan atau melindungi kepentingan kelas sosial si penyusun ideologi

Jadi  Menurut Karl Mark Ideologi adalah, kesadaran palsu yang digunakan sebagai dasar pembenaran atas hak-hak istimewa kelas tertentu.   

Secara umum Ideologi berarti; kumpulan gagasan, ide, keyakinan, dan kepercayaan yang bersifat sistematis mengarah tingkah laku seseorang dalam berbagai bidang kehidupan seperti; politik (termasuk hukum dan pertahanan keamanan), sosial, budaya, dan keagamaan,

Dari beberapa pengertian tentang ideologi di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa ideologi adalah; suatu ilmu yang berkaitan dengan cita-cita yang terdiri atas seperangkat gagasan-gagasan atau pemikiran manusia mengenai soal-soal cita politik, doktrin atau ajaran, nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,

kita harus memahami secara benar bagian-bagian dari berbagai pengertian ideologi, bahwa didalam ideologi terdapat bagian – bagian sebagai berikut;

  1. a.    Adanya Seperangkat gagasan yang tersusun secara sistematis.
  2. b.    Adanya Pedoman tentang cara hidup
  3. c.    Adanya Tatanan yang hendak dituju oleh suatu kelompok (kelas, Negara) dan
  4. d.    Adanya Dipegang teguh oleh kelompok yang meyakininya..

 

  1. Hakekat, Makna, Fungsi, dan Peranan Ideologi

Hakekat Ideologi

Merupakan hasil refleksi (perenungan dan pemantulan kembali) manusia artinya ideologi dan kenyataan hidup masyarakat yang antara keduanya terjadi hubungan dialektis sehingga berlangsung dan mempengaruhi secara timbale balik yang terwujud dalam interaksi. 

Satu Pihak memacu ideologi makin realistis dilain pihak mendorong terciptanya masyarakat yang ideoal. Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, tetapi juga membentuk masyarakat menuju cita-cita.

Ideologi bukan sekedar pengetahuan teoritis, tetapi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan. Semakin mendalam kesadaran ideologi seseorang semakin tinggi komitmen utuk melaksanakannya. Komitmen itu tercermin dalam sikap seseorang yang meyakini ideology sebagai ketentuan-ketentuan normative yang harus ditaati dalam hidup bermasyarakat.

 

Makna ideologi bagi negara;

  1. Konsensus tentang nilai-nilai dasar suatu masyarakat yang bernegara
  2. Kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya termasuk hidup bernegara.
  3. Pembangkit kesadaran akan kemerdekaan, yaitu dengan memberikan orientasi mengenai dunia dan isinya serta antar kaitannya dan menanamkan mmotivasi dalam perjuangan masyarakat untuk bergerak melawan penjajah, dan selanjutnya mewujudkannya dalam system penyelenggaraan negara.

Makna Ideologi seperti tersebbut diatas adalah makna POSITIF, karena menunjuk kepada keseluruhan pandangan cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin diwujudkan dalam kenyataan hidup bernegara yang konkrit.

Makna Ideologi NEGATIF, dapat terjadi apabila ideologi dikaitkan dengan sifat totaliter yang memuat pandangan dan nilai yang menentukan seluruh segi hidup manusia secara total, serta secara mutlak menuntut manusia hidup dan bertindak sesuai dengan apa yang digariskan dalam ideologi tersebut, sehingga akhirnya mengingkari kebebasan pribadi manusia serta membatasi ruang geraknya.

Fungsi Ideologi

  1. 1.    Struktur Kognitif. yaitu merupakan keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan duniia dan kejadian-kejadiannya dalam alam sekitarnya.
  2. 2.    Orientasi Dasar Dalam Membuka Wawasan yang membrerikan mana serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.
  3. 3.    Norma-Norma Pedoman Dan Pegangan Bagi Seseorang Untuk Melangkah Dan Bertindak.
  4. 4.    Bekal Dan Jalan Seseorang Untuk Menemukan Identitasnya,
  5. 5.    Kekuatan Yang Mampu Menghayati Dan Mendorong Seseorang Untuk Menjalankan Kegiatan Dan Mencapai Tujuan.
  6. 6.    pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati serta melakukan tingkah lakunya sesuai dengan orientasinya dan norma-norma yang terkandung didalamnya. 

 

Peranan Ideolodi

Menurut JACQUES ELLUL dan Prof. Dr. PAUL RICOUR, bahwa ideologi memiliki peran sebagai berikut;

  1. Sebagai jawaban atas kebutuhan akan cita-cita atau jati diri suatu kelompok soaial, komitmen organisasi atau bangsa.
  2. untuk menjembatani founding father dan para generasi penerus
  3. menanamkan keyakinan akan kebenaran perjuangan kelompok yang berpegang pada ideologi tersebut.
  4. sebagai suatru kode atau keyakinan para pendiri yang menguasai, mempengaruhi seluruh kegiatan soaial.

 

  1. Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Ideologi negara adalah; merupakan consensus (manyoritas)warga negara tentang nilai-nilai dasar negara yang ingin diwujutkan melalui kehidupan negara itu.

nilai-nilai dasar itu disepakati sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara yang berisi seperangkat gagasan mengenai kebaikan bersama (public good) atau gambaran tentang masyarakkat dan negara yang paling baik. Karena terkait dengan kehidupan penyelenggaraan bermasyarakat dan bernegara maka ideologi tersebut sering disebut dengan ideologi politik.

Sebuah ideology politik dapat bertahan dalam menghadapi perubahan masyarakat, tetapi dapat pula pudar dan ditinggalkan oleh para pendukungnya, hal tersebut tergantung pada daya tahan ideologi tersebut.

Didunia ini ada berbagai ideologi politik utama yaitu; ideologi Liberalisme, Marxisme, Sosialisme, Anarkhisme, Konservatisme, dan Totalitarisme, yang masing-masing mempunyai konsep mengenai kehidupan masyarakat dan negara yang paling baik.

Negara Indonesia tidak menganut salah satu ideologi tersebut. Indonesia memiliki gagasan tersendiri mengenai kebaikan bersama atau gambaran kehidupan masyarakat dan negara yang paling baik yang hendak diciptakan, yaitu ideologi PANCASILA.

Dengan demikian Ideologi negara Indonesia adalah Ideologi Pancasila

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERBANDINGAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN IDEOLOGI LAIN    esis hal 4

Ideologi Aspek

Liberalisme

Komunisme

Sosialisme

Pancasila

Politik Hukum
  • Demokrasi Liberal
  • Hukum untuk melindungi individu
  • Dalam Politik mementingkan Individu
  • Demokrasi Rakyat.
  • Berkuasa Mutlak satu parpol
  • Hukum melanggengkan komunis
  • demokrasi untuk kolektivitas
  • Diutamakan kebersamaan
  • Masyarakat sama dengan negara
  • Negara Pancasila
  • Hukum untuk menjunjung tinggi keadilan dan keberadapan individu dan masyarakat
Ekonomi
  • Ø peran negara kecil
  • Ø Swasta mendominasi
  • Ø Kapitalisme
  • Ø Persaingan bebas
  • Ø Peran negara Dominan
  • Ø Demi kolektivitas berarti demi negara
  • Ø Monopoli Negara
  • Ø Peran negara ada untuk pemerataan
  • Ø Keadilan Distributif yang diutamakan
  • Ø Peran negara ada, untuk tidak terjadinya monopoli, dll, yang merugikan rakyat.
Agama v Agama Urusan Pribadi.

v Bebas beragama

v Bebas memilih agama

v Bebas tidak beragama

v Agama candu masyarakat

v Agama harus dijauhkan dari masyarakat

v Ateis

v Agama harus mendorong berkembangnya kebersamaan v Bebas memilih salah satu agama

v Agama harus menjiwai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pandangan terhadap individu dan masyarakat    Individu lebih penting dari pada masyarakat

Masyarakat diabdikan bagi individu

   Masyarakat tidak penting

Kolektivitas yang dibentuk negara lebih penting.

   Masyarakat lebih penting daripada Individu    Individu diakui keberadaannya. Masyarakat diakui keberadaannya Hubungan individu dan masyarakat dilandasi 3 S (Selaras, Serasi, Seimbang). Masyarakat ada karena ada individu.

Individu akan punya arti apabila hidup di tengah masyarakat.

Ciri  Khas
  • Penghargaan atas HAM
  • Demokrasi
  • Negara Hukum
  • Menolak Dokma
  • Reaksi terhadap Absolutisme
  • Ateisme
  • Dogmatis
  • Otoriter
  • Ingkar HAM
  • Reaksi terhadap Liberalisme dan Kapitalisme
  • Kebersamaan
  • Akomodasi
  • Jalan Tengah
  • Keselarasan, Keseimbangan dan Keserasian dalam setiap aspek Kehidupan.

 

 

 

 

  1. PROSES PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Sejarah Singkat Pembentukan Dasar Negara ( Pancasila )

Jepang menghadapi perlawanan dari dua arah, baik dari daerah jajahan (Indonesia) maupun oleh Sekutu, sehingga Jepang terdesak dan terus mengalami kekalahan, sebagai upaya untuk menarik simpati bangsa Indonesia, Jepang mengumumkan janji Indonesia merdeka di kelak kemudiaan hari, sebagai tindak lanjut dari janjinya itu maka pada tanggal 1 Maret 1945 akan dibentuk sebuah badan yang bernama “ Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia “ (BPUPKI) yang dalam bahasa Jepangnya bernama Dokuritsu Zyuunbi Tioosakai.

Sebagai realisasinya BPUPKI: dibentuk tanggal 29 April 1945, dilantik tanggal 28 Mei 1945, dengan ketua : Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat dengan dua orang Wakil : Ichibangase (Jepang) dan R.P. Soeroso dengan jumlah anggota 60 orang. Dengan tugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia.

Badan Penyelidik itu bertugas antara lain menyusun, rancangan Ketatanegaraan Indonesia Merdeka pada kelak kemudian hari.

BPUPKI bersidang sebanyak dua kali yaitu sidang pertamadari tanggal 29 Mei – 1 juni 1945 Menghasilkan rumusan rancangan dasar negara Pancasila dan sidang ke dua tanggal 10 – 16 Juli 1945 menghasilkan rumusan rancangan UUDN

Pada tanggal 9 Agustus 1945 terbentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Zyuunbi Iinkai) dengan ketua Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Moch. Hatta. Badan yang mula-mula sebagai bentukan Jepang setelah Proklamasi Kemedekaan 17 Agustus 1945 disempurnakan lagi keanggotaannya dari 21 orang menjadi 29 orang termasuk ketua dan wakil ketua dengan menambah beberapa anggota baru. Selanjutnya badan ini memiliki sifat nasional sebagai badan nasional Indonesia

Dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia menetapkan : Pancasila sebagai dasar negara, UUD negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 dan mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden RI dan Drs. Moch Hatta sebagai Wakil Presiden RI.

  1. 1.    Sidang Pertama BPUPKI (29 Mei s/d 1 Juni 1945) muncul 3 tokoh nasional yang mengutarakan ide-ide pokok mengenai Dasar Negara RI
    1. a.    Mr. Moh Yamin ( 29 Mei 1945 )

Ide-ide pokok dasar negara yang beliau usulkan dalam pidatonya adalah

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan sosial ( keadilan sosial )

 

  1. b.    Prof. Mr. Dr. R. Supomo ( 31 Mei 1945 )

Dalam pidatonya mengusulkan lima (5) dasar negara yaitu

  1. Paham Negara Kesatuan
  2. Perhubungan Negara Dan Agama
  3. System Badan Permusyawaratan
  4. Sosialisme Negara ( Staatssocialisme )
  5. Hubungan Antar Bangsa Yang Bersifat Asia Timur Raya

 

  1. c.    Ir. Soekarno (1 Juni 1945 )

Dalam Podatonya Ia Mengemukakan  Lima (5) Dasar Negara Merdeka Sebagai Berikut

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan

Kelima dasar negara ini beliau namakan PANCASILA

 

  1. 2.    Piagam Jakarta

Perumusan yang bersifat perseprangan perlu disempurnakan lagi,maka dibentuklah panitia kecil yang beranggotakan 9 orang yang disebut dengan “Panitia 9”  yaitu 1. Ir. Soekarno.   2. Drs. M. Hatta. 3. Mr.A.A Maramis, 4. KH. Wachid Hasyim, 5. Abdul Kahar Muzakkir,         6. Abikusno Tjokrosujoso, 7. H. Agus Salim. 8. Mr. Ahmad Subardjo, 9. Mr. M. Yamin.

Hasil karya panitia 9 disebut Piagam Jakarta (22 Juni 1945) yang didalamnya termaktup Perumusan Pancasila sebagai berikut.

  1. Ketuhanan, denngan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / perwakilan.
  5. Keadilan soaial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

PERUMUSAN PANCASILA DALAM SIDANG PPKI                                      bisma hal 6

Pada tanggal 9 Agustus 1945 terbentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesi (Dokkuritsu Zyunbi Iinkai).  Ir. Soekarno diangkat sebagai Ketua dan Drs. M. Hatta sebagai wakil ketuanya.

PPKI mempunyai kedudukan dan berfungsi sangat penting yaitu;

  1. Mewakili seluruh bangsa Indonesia
  2. Sebagai Pembentuk Negara ( yang menyusun Negara Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 )
  3. Menurut teori hukum badan seperti ini mempunyai wewenang unrtuk meletakkan Dasar Negara ( Pokok Kaidah Negara yang fundamental ).

 

Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidang dan menetapkan;

  1. pembukaan UUD 1945
  2. Undang-Undang Dasar 1945
  3. Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. M. Hatta sebagai wakil presiden RI
  4. Pekerjaan Presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Komite Nasional

 

UUD 1945 telah disahkan oleh PPKI terdiri dari 2 bagian yaitu;bagian Pembukaan dan Batang tubuh yang berisi 37 pasal, satu aturan Peralihan terdiri atas 4 pasal dan Satu aturan Tambahan terdiri dari 2 ayat.

Di dalam Pembukaan yang terdiri atas empat alinea. di dalam aline ke-4 tercantum perumusan Pancasila yang berbunyi sebagai berikut

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / perwakilan
  5. Keadilan soaial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rumusan Pancasila Dasar Negara Pancasila yang tercantum ddalam Pembukaan UUD 1945 inilah yang sah dan benar, disamping mempunyai kedudukan konstitusional, juga disahkan oleh suatu badan yang mewakili seluruh bangsa Indonesia.

 

Pancasila setidaknya Memiliki 4 fungsi Pokok dalam kehidupan bernegara yaitu;

  1. Mempersatukan bangsa, memelihara dan mengukuhkan persatuan dan kesatuan.
  2. Membimbing dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.
  3. Memberikan tekad untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa.
  4. Menyoroti kenyataan yang ada dan mengkritisi upaya perwujudan cita-cita yang terkandung dalam pancasila.

 

HASIL KEPUTUSAN PPKI Dalam Sidang Pada Tanggal 18 Agustus 1945 Adalah;

  1. Mengesahkan Pembukaan UUD
  2. Mengesahkann UUD
  3. Memilih Presiden dan Wakil Presiden
  4. Menetapkan bahwa untuk sementara waktu presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nesional.

 

SUSUNAN / TATA URUTAN PANCASILA

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 1968 tanggal 13 April 1968 kepada semua menteri Negara dan Pimpinan Lembaga/ Badan Pemerintah lainnya, maka susunan atau tata urutan dan Rumusan Pancasila harus sesuai dengan susunan dan rumusan yang termatub dalam Pembukaan Undang-undang Dasara 1945, yaitu sebagai berikut

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / perwakilan
  5. Keadilan soaial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Susunan dan rumusan Pancasila diatas ditetapkan oleh wakil-wakil bangsa Indonesia pada  tanggal18 Agustus 1945 dalam siding Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), prosesnya melalui beberapa tahap yaitu;

  1. Tahap Pengusulan, dilakukan oleh Ir. Soekarno dalam siding paripurna BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, tertuang dalam pidato “ Lahirnya Pancasila “
  2. Tahap Perumusan, dilakukan oleh Panitia 9 dari BPUPKI pada tanggal 22 Juni 1945, tertuang dalam Piagam Jakarta.
  3. Tahap Penetapan, dilakukan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
  4. Tahap Peresmian, dilakukan oleh MPRS pada tanggal 5 JUli 1966, tertua di dalam Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966

 

  1. SIFAT PANCASILA, KEDUDUKAN dan FUNGSI POKOK PANCASILA
  • Ø SIFAT PANCASILA

Dalam pancasila, antara sila yang satu denngan sila yang lainnya sangat berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan. Hal ini sesuai dengan hakekat pancasila yang merupakan satu kesatuanyang utuh dan bulat

Ciri-ciri dan sifat pancasila adalah ;

  1. Sistematis (runtun), artinya tidak boleh ditukar-tukar urutanya.
  2. Kesatuan totalitas yang organis (utuh, manunggal, dan senyawa), artinya sila yang satu tidak dapat dipisahkan hubungannya dengan sila yang lain

Jika sila-sila dalam pancasila dipisahkan antara yang satu dengan lainnya, maka akan menimbulkan dampak sebagai berikut;

  1. 1.    Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, jika tidak dikaitkan dengan sila yang lainnya dapat menimbulkan negara Teokrasi yang Absolut
  2. 2.    Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, jika tidak dikaitkan dengan sila yang lainnya dapat menimbulkan kosmopolitanisme, yaitu paham tidak mengakui negara nasional
  3. 3.    Sila Persatuan Indonesia, jika tidak dikaitkan dengan sila yang lainnya dapat menimbulkan chauvinism, yaitu mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain.
  4. 4.    Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, jika tidak dikaitkan dengan sila yang lainnya dapat menimbulkan demokrasi Liberal
  5.  Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, jika tidak dikaitkan dengan sila yang lainnya dapat mengakibatkan komunisme dan sosialisme yang ateis

 

  • KEDUDUKAN dan FUNGSI POKOK PANCASILA

PERHATIKAN TABEL INI

Pancasila

Kedudukan

Fungsi

Pandangan Hidup
  • Jiwa Bangsa Indonesia
  • Kepribadian Hidup Bangsa Indonesia
Ideologi  
Dasar Negara
  • Ø Perjanjian Luhur
  • Ø Sumber dari segala Sumber Hukum Indonesia

Kedudukan dan fungsi pokok pancasila da;lam negara kita adalah sebagai  PANDANGAN HIDUP BANGSA  dan DASAR NEGARA (Filsafat  Negara)

 

 

FUNGSI POKOK PANCASILA.

  1. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Maksutnya Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari atau Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan aktivitas hidup dan kehidupan di berbagai bidang.

Singkatnya, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia memberikan pengertian bahwa Pancasila dapat memberi petunjuk dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin dalam masyarakat yang beraneka ragam sifatnya. .

 

Fungsi Pancasila seagai Pandangan Hidup Bangsa adalah;

  • Menjadi bangsa Indonesia berdiri kokoh dan mengetahui secara jelas kearah mana tujuan yang ingin dicapainya.
  • sebagai pegangan dan pedoman yang jelas bagi pemecahan masalah – masalah yang dihadapinya
  • Sebagai pedoman Bangsa Indonesia untuk membangun dirinya.

 

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia berisikan

  • Ø Konsep Dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia
  • Ø Pikiran yang terdalam dan gagasan bangsa Indonesia mengenai wujud kehidupan yang dianggap terbaik paling cocok dan paling sesuai.
  • Ø Suatu Kristalisasi dari Nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad untuk mewujudkannya.

 

Yang Ada (Terkandung/Termasuk) Dalam Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa antara lain;

Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia

Maksudnya, Pancasila lahir bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia

Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia

Artinya, Pancasila merupakan sikap mental dan tingkah laku bangsa Indonesia yang mempunyai cirri khas, dan yang membedaakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain.

Pancasila sebagai sumber dari sumber dari segala sumber hukum

pancasila merupakan sumber tertib hukum bagi negara Indonesia sesuai dengan TAP MPRS No. XX/MPRS/1966, Jo. ketetapan MPR No. V/MPR/1973, Jo. Ketetapan MPR No. IX/MPR/ 1978.

Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa iindonesia

Pancasila merupakan kesepakatan dan perjanjian consensus bangsa Indonesia sebagai dasar negara pada tanggal 18 agustus 1945, pancasila merupakan keputusan final bagi bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia

Pancasila merupakan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia yang hendak dicapai, yaitu suatu masyarakat yang pancasilais.

Pancasila sebagai filsafat hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia

Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia yang diyakini paling tepat dan efektif bagi bangsa Indonesia.

 

  1. Pancasila Sebagai Dasar Negara RI

Pancaasila sebagai dasar negara RI sering disebut sebagai Filsafat Negara, Ideologi Negara. Pancasila sebagai dasar negara RI berarti Pancasila dipergunakan sebagai dasar dalam mengatur Pemerintahan negara atau digunakan sebagai  dasar untuk mengatur Penyelenggaraan negara. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dalam pembukaan UUD 1945 ini bersifat Yuridis Konstitusional, artinya Nilai Pancasila sebagai norma dasar negara (Grundum, kaidah negara yang fundamental), bersifat Imperatif artinya, mengikat dan memaksa semua yang ada di dalam wilayah kekuasaan hhukum Negara RI untuk setiia melaksanakan, mewariskan, mengembangkan dan melestarikannya.

Pancasila sebagai dasar negara digunakan untuk;

  1. Dasara mengatur penyelenggaraan pemerintahan atau digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan NKRI.
  2. Dasar dalam mengatur penyelenggaraan kehidupan negara Indonesia, maksudnya semua hal yang berkenaan dengan kehidupan bernegara di Indonesia harus didasarkan pada Pancasila.
  3. Sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Jika terjadi suatu aturan/hukum yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, maka peraturan /hukum tersebut tidak berlaku atau gugur demi hukum. Badan Negara atau lembaga negara yang mengawasi berlakunya peraturan perundang-undangan di Indonesia adalah MK dan MA.

 

  1. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Menurut Franz Magnis-Suseno mengatakan bahwa; ieologi sebagai suatu system pemikiran dapatdibedakan menjadi ideologi tertutup dan terbuka,

  1. Ideologi tertutup merupakkan suatu system pemikiran tertutup, ideologi ini memiliki cirri-ciri sebagai berikut;
    1. Merupan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarrakat
    2. Atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan-pengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat.
    3. bukan hanya berisi nilai-nilai dan cita-cita tertentu, mmelainkan juga tuntutan-tuntutan konkret dan opersional  yang keras, yang diajukan dengan mutlak.
    4. Ideologi terbuka merupakan suatu pemikiran yang terbuka, ideologi ini memiliki cirri-ciri sebagai berikut,
      1. Nilai-nilai dan cita-cita tidak dipaksakan dengan dari luar meleinkan diambil dan digali dari moral dan budaya masyarakat itu sendiri.
      2. Bukan berdasarkan keyakinan ideologi sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut.
      3. Nilai-nilai itu bersifat dasar dan hanya secara garis besar sehingga tidak langsung operasional,

Didunia ini sebenarnya ada 2 macam watak Ideologi yaitu ideologi terutup dan ideologi terbuka.

Ideologi Teretutup adalah; ideologi yang bersifat Mutlak. Ciri-cirinya; dari seribu pena

  • Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat , melainkan cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyarakat.
  •  Apabila kelompok tersebut berhasil menguasai negara, ideologinya itu dipaksakan kepada masyarakat.
  • Bersifat totaliter, artinya mencakup/menguasai semua bidang kehidupan
  • Pluralisme pandangan dan kebudayaan ditiadakan, hak asasi tidak dihormati.
  • Menuntut masyarakat untuk memiliki kesetiaan total dan kesediaan untuk berkorban bagi ideologi tersebut.
  • Isi ideologi tidak hanya nilai-nilai dan cita-cita, tetapi tuntutan-tuntutan konkrit dan operasional yang keras, mutlak dan total.

 

Ideologi Terbuka adalah ideologi yang tidak Mutlak. Ciri-cirinya; dari seribu pena

  • Merupakan kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat (filsafah); bukan keyakinan ideologis sekelompok orang.
  • Tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat, milik seluruh rakyat dan bias digali serta ditemukan dalam kehidupan mereka.
  • Isinya  tidak langsung operasional, sehingga, setiap generasi baru dapat dan perlu menggali kembali falsafah tersebut dan mencari implikasinya dalam situasi keinginan mereka.
  • Tidak pernah memperkosa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkan menginspirasi masyarakat untuk  berusaha hidup bertanggung jawab sesuai dengan falsafah itu.
  • menghargai pluralism, sPehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dari berbagai latar  belakang budaya dan agama.

 

Perbedaan Ideologi Terbuka Dengan Ideologi Tertutup zamrut 32

No Ciarii-ciri Ideologi  Terbuka No Ciri-ciri Ideologi Tertutup
1. System pemikiran terbuka 1. System pemikiran tertutup
2. Nilai-nilai dasar dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri. 2. Cenderung untuk memaksakan mengambil nilai-nilai Ideologi dari luar masyarakat yang tidak sesuai dengan keyakinan dan pemikiran masyarakat.
3. Dasar pembentukan ideologi bukan keyakinan ideologi sekelompok orang melainkan hasil musyawarah dari consensus masyarakat tersebut. 3. Dasar pembentukannya adalah cita-cita keyakinan ideologi perseorangan atau selelompok orang.
4. Tidak diciptakan oleh negara, melainkan oleh masyarakat itu sendiri sehingga ideologi tersebut adalah milik seluruh rakyat atau anggota masyarakat. 4. Diciptakan oleh negara, dalam hal ini penguuasaan negara yang mutlak harus diikuti oleh seluruh warga masyarakat
5. Tidak hanya dibenarkan, melainkan dibutuhkan oleh seluruh warga masyarakat. 5. Dibutuhkan oleh penguasa negara untuk melanggengkan kekuasaannya dan cenderung memiliki nilai kebenaran hanya dari sudut pandang penguasa saja.
6. Isinya tidak bersifat operasionall apabila sudah dijabarkan kedalam perangkat yang berupa konstitusi atau peraturan perundang-undangan lainnya. 6. Isinya terdiri tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang bersifat keras yang wajib ditaati oleh seluruh warga masyarakat.
7. Senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan aspirasi, pemikiran, serta, akselerasi dari masyarakat dalam mewujudkan cita-citanya. 7. Tertutup terhadap pemikiran-pemikiran baru yang berkembang di masyarakat.

.

 

 

MAKNA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA

Pancasila sebagai ideologi terbuka artinya ideologi tidak bersifat Kaku atau Tertutup, tetapi bersifat reformatif, dinamis, actual, antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika aspirasi masyarakat, dengan tidak mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya, namun mengeksplisitkan wawasannya secara lebih konkrit, sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah-masalah actual yang senantiasa berkembang seiring dengan aspirasi rakyat, perkembangan iptek serta zaman.

Pancasila sebagai ideologi terbuka akan terwujud secara optimal apabila dilaksanakan dengan hal-hal berikut.

  1. demokrasi yang mempu membentuk sikap warga negara menjadi dewasa dan mampu bertidak berdasarkan keputusan dan tanggung jawab pribadi
  2. dilaksanakan institusionalisasi nilai-nilai yang membuat seluruh mekanisme masyarakat, berjalan dengan wajar dan sehat, Kekuatan dan dinamika kehidupan masyarakattercipta bukan hanya dalamm penghayatan nilai-nilai luhur tersebut dalam berbagai bidang kehidupan.
  3. Fungsionalisasi atau refungsionalisasi lambing-lambang pemerintahan dengan lembaga masayarakat, yang masing-masing menjalankan sesuai dengan fungsinya.
  4. Dinamisasi kehidupan masyarakat agar tumbuh mekanisme sosial yang mampu menanggapi permasalahan dengan daya-daya inovasi, kreasi, dan kompetisi.

Pancasila sebagai ideologi terbuka mempunyai ciri-ciri sebagai berikut;

  1. digali dan diambil dari moral dan budaya masyarakat Indonesia sendiri
  2. merupakan hasil musyawarah dan consensus masyarakat Indonesia
  3.  digali dan ditemukan dalam masyarakat Indonesia itu sendiri.

Jadi cirri khas ideologi terbuka yaitu isinya tidak langsung operasional dan akan menjadi opperasional apabila sudah dijabarkan ke dalam peraturan perundangan. Oleh sebab itu ideologi terbuka yang dikembangkan oleh bangsa Indonesia adalah tebuka untuk proses reformasi dalam bidang kenegaraan.

Hal ini dapat dipahami karena ideologi terbuka berasal dari masyarakat yang bersifat dinamis.

 

Beberapa factor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi pancasila yaitu;

  1. adanya proses pembangunan nasional berencana dan dinamika masyarakat berkembang cepat
  2.  Dengan bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
  3. Mempunyai tekat untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkannya secara kreatif dan dinamis untuk mencapai tujuan nasional
  4. Pengalaman sejarah dimasa lampau.

 

Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung nilai-nilai sebagai berikut;

  1. Nilai Dasar

yaitu merupakan esensi dari sila-sila Pancasila yang bersifat universal, sehingga dalam nilai dasar tersebut terkandung cita-cita, tujuan serta nilai-nilai yang baik dan benar. Nilai dasar tersebut tertuang dalam pembukaan UUD 1945 merupakan suatu norma dasar yang merupakan tertib hukum tertinggi, sebagai hukum positif sehingga dalam negara memiliki kedudukan sebagai pokok kaidah negara yang fundamental, yang bersifat tetap dan melekat dalam kelangsungan hidup negara, sehingga mengubah mengubah pembukaan UUD 1945 yang memuat ideologi Pancasila tersebut sama halnya dengan membubarkan negara.

Nilai dasar tersebut kemudian dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 yang didaalamnya terkandung lembaga-lembaga penyelenggara Negara beserta tugas dan wewenangnya.

  1. Nilai Instrumental

yaitu merupakan arahan, kebijakan, strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaannya. Nilai ini merupakan eksplisit, penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila.

Misalnya GBHN yang setiap lima tahun senantiasa disesuaikan dengan perkembangan zaman erta aspirasi masyarakat, undang-undang, departemen-departemen sebagai lembaga pelaksanaan dan sebagainya.

  1. Nilai Praktis

yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengalaman yang bersifat nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Pancasila sebagai ideologi terbuka secara structural memiliki tiga dimensi yaitu;

  1. Dimensi Idealistis, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang bersifat sistematis, rasional dan menyeluruh, nilai-nilai tersebut bersumber pada filsafat pancasila. Kadar seta idealisme yang terkandung dalam pancasila mampu memberikan harapan optimism serta mampu menggugahmotivasi para pendukungnya untuk berupaya mewujudkan apa yang dicita-citakan.  (Kadar/ kualitas  yang terkandung didalam idiologi atau nilai-nilai dasar yang memberikan harapan masyarakat untuk membina kehidupan bersama secara lebih baik merupakan pemahaman idiologi politik)
  2. Dimensi Normatif, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam pancasilla  perlu dijabarkan dalam suatusistem norma, sebagai mana yang terkandung dalam norma-norma kenegaraan, yang dalam pengertian ini Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan teertib hukum tertinggii dalam negara Indonesia serta merupakan pokok kaidah negara yang fundamental.
  3. Dimensi Realistis, yaitu suatu ideologi harus mampumencerminkan realistis yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Oleh karena itu Pancasila selain memiliki dimensi nilai-nilai ideal serta normative maka Pancasila harus mampu dijabarkan dalam kehidupan masyarakat secara nyata, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan penyelenggaraan Negara.
  4. bisma 9

 

 

 

 

Kesepakatan Bangsa Indonesia

Pancasila yang sila-silanya diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 telah menjadi kesepakatan bangsa Indonesia (kesepakatan nasional) sejak berdidrinya NKRI 17 Agustus 1945. kesepakatan ini merupakan perjanjian luhur atau kontrak soaial bangsa yang mengikat warga negaranya untuk dipatuhi dan dilaksanakan dengan semestimya.

Bukti-bukti bahwa Pancasila mrp hasil kesepakatan Bangsa Indonesia dengan legalitas yang kuat, dapat ditinjau dari :

  • Justifikasi yuridis (UUD 1945 dan Ketetapan MPR),
  • Justifikasi Teoritis – Filsafati (Alinea Kedua, Keempat dan Pasal 29 UUD 1945),
  • Justifikasi Sosiologis – historis (nilai-nilai kedaerahan).

 

  1. Pengertian Pancasila

Secara Etimologis perkataan pancasila berasal dari bahasa sangsekerta di India.

  1. 1.  Menurut Prof. Mr. H. MUHAMMAD YAMIN
  • Panca berarti lima
  • syila, dengan huruf I biasa (pendek) berarti, batu sendi, alas atau dasar
  • Syiila dengan huruf I panjang berarti perauran tingkah laku yang penting/baik/senonoh.

v  jadi arti pancasila yang pertama adalah; lima sendi, lima alas atau lima dasar, sedangkan

v  arti pancasila yang ke dua adalah; lima aturan tingkah laku yang penting atau lima auran tingkah laku yang baik atau lima aturan tingkah laku yang senonoh.

Kesimpiulam M. Yamin; Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik.  Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman  atau  aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.

  1. 2.  Menururt Ir. Soekarno, Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas  lagi, yakni falsafah bangsa  Indonesia.
  2. 3.  Menurut Notonegoro, Pancasila adalah Dasar Falsafah Negara Indonesia. Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulkan Pancasila pada hakikatnya merupakan dasar falsafah dan  Ideologi negara yang diharapkan menjadi pendangan hidup bangsa Indonesia  sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
  3. 4.  Berdasarkan Terminologi, Pada 1 juni 1945, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUKI), Pancasila yang memiliki arti lima asas dasar  digunakakn oleh Presiden Soekarno untuk memberi nama pada lima prinsip dasar negara Indonesia yang diusulkannya.
  4. 5. 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s