Keharusan Menjaga Persatuan

Tulisan : Prof.Dr. Imam Suprayogo, rektor UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANGposting : wisono
 Melihat kenyataan  di tengah-tengah masyarakat sehari-hari seperti ini, usaha menyatukan umat yang keadaannya  beraneka ragam, terasa tidak mungkin berhasil sepenuhnya. Akan tetapi hal itu  harus selalu dipandang penting dan diperjuangkan semaksimal mungkin. Setidak-tidaknya adalah persatuan di kalangan  para tokoh-tokohnya sendiri.Nabi Muhammad saw., lewat berbagai kisahnya,selalu berupaya untuk membangun persatuan dan bahkan lebih dari itu adalah bekerjasama. Persatuan yang dibangun oleh Rasulullah tidak saja di kalangan ummat Islam, terapi juga dengan ummat lainnya. Persatuan itu tidak saja dalam satu suku, melainkan juga di antara suku-suku yang berbeda-beda.

Di Makkah Nabi Muhammad pernah membuat Perjanjian Hudaibiyah  agar terjadi   saling berdamai. Hal lagi yang menarik, tatkala menghadapi beberapa pemuka suku  yang berebut ingin meletakkan hajar aswad pada tempatnya setelah selesai ka’bah dibangun kembali, dengan cara yang sangat unik nabi menyatukan di antara mereka.

Cara yang unik tersebut, nabi datang dengan membawa kain,  dan selanjutnya hajar aswad diletakkan di atasnya. Setelah itu,   semua kepala suku diminta  memegang masing-masing  sudut kain itu bersama-sama. Maka dengan cara itu, para kepala suku yang berbeda-beda justru menjadi satu dan bekerjasama.

Tatkala berhijrah,  Nabi juga mempersatukan antara kaum muhajirin dan kaum ansyar. Dua kelompok  yang semula tidak saling mengenal, maka  dipersatukan di Madinah. Kaum  muhajirin adalah para pengikut nabi  dari Makkah berhijrah ke Madinah. Sedangkan kaum Ansyar adalah penduduk Madinah yang menerima dan sekaligus menolong kehadiran kaum muhajirin tersebut.

Nabi Muhammad di Madinah juga membuat  Piagam Madinah, yaitu sebuah perjanjian untuk membangun  kehidupan bersama di antara kaum muslimin, nasranmi, dan juga orang-orang  Yahudi di Madinah. Mereka bersepakat untuk membangun kehidupan bersama, hingga terjadi saling mengenal, menghargai, menjaga,  dan bekerjasama.

Upaya mempersatukan umat  juga dilakukan dengan ucapan, nasehat, dan juga contoh-contoh nyata yang  diberikan oleh nabi sendiri. Dikemukakan misalnya, bahwa sesama muslim adalah bersaudara, maka  di antara sesama saudara harus saling kasih mengasihi dan tolong menolong.  Mencintai sesama dikaitkan dengan keimanan seseorang. Sehingga, dianggap tidak sempurna iman seseorang  sampai mereka sanggup mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirinya sendiri.

Persatuan dalam kehidupan bersama adalah sangat penting. Siapapun yang ingin mendapatkan keberhasilan dalam hidup,  maka kuncinya adalah bisa bersatu.  Ummat Islam akan menjadi maju, kuat dan kokoh, manakala berhasil dalam membangun persatuan. Bangsa ini akan menjadi besar dan maju, juga kalau para pemimpinnya bersatu dan juga berhasil menyatukan  seluruh komponen yang ada.

Namun sayangnya, sekedar bersatu saja bangsa ini terasa sulit. Sehari-hari yang terdengar adalah konflik, saling menjatuhkan, menunjukkan aibnya teman dan apalagi lawan. Bercerai berai dianggap menjadi  hal biasa. Akibatnya adalah sama-sama tampak kekurangan dan bahkan keburukan semuanya. Kewibawaan menjadi tidak pernah terbangun hingga seolah-olah bangsa ini kehilangan sosok yang patut ditauladani, oleh karena  mereka gagal membangun persatuan yang seharusnya diutamakan.

Tatkala para pemimpin gagal bersatu, maka rakyat dan ummat akan menanggung akibatnya. Keadaan yang tidak kompak dan bersatu, maka energi dan konsentrasi akan terkuras untuk  mencari kesalahan orang lain. Maka akibatnya tidak terjadi  saling mempercayai,  sedangkan yang muncul adalah justru  sebaliknya, yaitu  saling curiga mencurigai, khawatir, dan  saling mewaspadai. Keadaan seperti itu tentu tidak sehat. Para pemimpin, mestinya   selalu menjaga persatuan dan kesatuan, sekalipun itu sulit diwujudkan.  Wallahu a’lam.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s