PANCASILA MASUK KURIKULUM LAGI TAHUN 2012

Pancasila Masuk Kurikulum Lagi

 

Wulan Tunjung Palupi

Bukan masanya lagi di ajarkan layaknya indoktrinasi.

JAKARTA – Pemerintah akan memasukkan kembali pelajaran Pancasila dalam kurikulum pendidikan nasional, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga pendidikan tinggi. Untuk sementara, mata pelajaran Pancasila akan disematkan pada mata pelajaran lain yang terkait.

Namun, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menjamin, Pancasila tak akan diajarkan seperti pada masa sebelum reformasi. Kala itu, Nuh merasakan, ideologi Pancasila terkesan kaku dan tidak membuka ruang diskusi. ”Ini pekerjaan rumah yang mesti segera dikerjakan,” ujar Nuh di Jayapura, akhir pekan lalu.

Selasa (7/6) besok, tim perumus yang terdiri atas pusat studi Pancasila di semua perguruan tinggi mulai membahas rencana tersebut. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) membutuhkan waktu setidaknya setahun untuk menambah atau memasukkan pelajaran Pancasila.

Nuh beralasan, silabus pelajaran dan buku teks mengenai pelajaran Pancasila perlu dipersiapkan dahulu. Menambah mata ajaran baru, ujarnya, juga perlu mempertimbangkan kesinambungan mata pelajaran yang diterima anak didik pada tahun sebelumnya.

Kemendiknas telah membuat tinjauan pendidikan yang menekankan karakter, yang menurut Nuh, juga bagian dari nilai Pancasila. Sesuai kurikulum 2006, mata pelajaran yang masih terkait dengan nilai Pancasila adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Karena itu, ujar Nuh, pergantian pada tahun ajaran 2011/2012 tidak memungkinkan. Untuk sementara, Pancasila bisa diselipkan dalam PKn.

Pengamat pendidikan Darmaningtyas menyarankan, Kemendiknas tak perlu menyusun lagi kurikulum baru Pancasila. Pelajaran Pancasila yang dahulu, dipandangnya, sudah cukup dan tinggal dihidupkan kembali. Menurutnya, substansi pelajaran Pancasila sama dengan Pendidikan Moral Pancasila (PMP). ”Mungkin hanya butuh mengubah redaksionalnya.”

Pelajaran Pancasila, katanya, perlu disesuaikan dengan kondisi sekarang disertai contoh-contoh terbaru. Pancasila juga bisa dimasukkan ke dalam pelajaran PKn meski keduanya memuat materi berbeda. Menurutnya, PKn mempelajari hak dan kewajiban warga negara, sedangkan Pancasila yang merujuk pada PMP mengajarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Menteri Agama Suryadharma Ali mendukung langkah Mendiknas. Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa yang memiliki keberagaman etnis dan agama membutuhkan semangat dan landasan pemersatu. Pancasila dinilainya sebagai dasar perekat bangsa yang diterima seluruh komponen bangsa.

Suryadharma mengatakan, teknis perumusan dan aplikasi kurikulum Pancasila akan diolah oleh Badan Standardisasi Nasional Pendidikan. Kementerian Agama hanya mengkaji efektivitas dan implementasi kurikulum Pancasila dari sisi pendidikan agama dan keagamaan. ”Nanti tim kurikulum yang secara teknis memasukkannya.”

Namun, Suryadharma berpendapat kemungkinan munculnya multitafsir terhadap penjabaran butir-butir dan sila Pancasila merupakan sesuatu yang wajar. Yang penting, semua bisa menerima perbedaan. Penafsiran dibolehkan selama tidak mengganggu prinsip dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penyalahgunaan Pancasila oleh rezim Orde Lama atau Orde Baru bukan berarti menunjukkan kesalahan Pancasila. Ideologi negara adalah bentuk kesepakatan bangsa Indonesia. Suryadharma mengingatkan, Pancasila bukan milik satu rezim, melainkan milik bangsa Indonesia.

Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiknas Djoko Santoso menegaskan, sekarang bukan zamannya mengajarkan Pancasila laiknya sebuah indoktrinasi. Kini, dibutuhkan pengajaran Pancasila yang memungkinkan adanya pembahasan yang kritis. prima restri/nashih nasrullah ed: budi raharjo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s